![]() |
TransSulteng-Depok - Alhamdulillah, jumpa lagi di edisi ke-25 rubrik ini. Semoga kita semua lebih rajin i’tikaf di masjid. Indikatornya, saat hari libur kemarin, kita lebih banyak berada di dalam masjid. Hari ini, sejak pagi hingga sore, apakah kita shalat di masjid atau mushalla kantor? Setelah shalat, apakah kita duduk berdiam diri, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bermuhasabah?
Dalam muhasabah itu, kita merenungi kesalahan sejak Subuh dan bertekad untuk memperbaikinya. Dampaknya, kita bisa memanfaatkan lima malam terakhir Ramadhan dengan optimal agar memperoleh malam Lailatul Qadar.
Memahami Lailatul Qadar
Nabi Adam memiliki usia terpanjang, 1.000 tahun. Nabi Nuh hidup selama 950 tahun, Nabi Daud 100 tahun, dan Nabi Luth 80 tahun. Sementara Nabi Muhammad SAW termasuk yang pendek usianya, hanya 63 tahun. Beliau bersabda:
"Usia umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit sekali di antara mereka yang melebihi usia tersebut."
Jika banyaknya amal dikaitkan dengan panjang usia, maka umat Islam terlihat memiliki sedikit prestasi dibandingkan umat terdahulu. Namun, Allah SWT memberikan kesempatan agar kita bisa beramal lebih banyak melalui Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabb-nya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."
(QS Al-Qadr: 1-5)
Lima ayat ini menginformasikan tiga hal utama:
1. Satu malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1.000 bulan.
2. Para malaikat turun ke bumi.
3. Malam itu penuh kesejahteraan hingga fajar.
Berikut pemahaman dari ketiga hal tersebut:
1. Lailatul Qadar Lebih Baik dari 1.000 Bulan
Jika seseorang mendapat Lailatul Qadar di usia 50 tahun, lalu meninggal keesokan harinya, maka amalan hidupnya setara dengan orang yang berusia 133,3 tahun.
Rasulullah SAW memperoleh Lailatul Qadar sebanyak 9 kali, sehingga amal ibadah beliau setara dengan orang berumur 812,7 tahun.
Shalat tahajjud 2 rakaat di malam itu setara dengan 166,6 rakaat. Jika shalat 8 rakaat tahajjud dan 3 rakaat witir, berarti telah shalat sebanyak 916,3 rakaat.
Infak Rp10.000 di malam itu sama dengan Rp.833.000.
Tadarus setengah juz Al-Qur’an berarti setara dengan membaca 41,6 juz.
Mengajar 10 anak mengaji sama dengan mengajar 833 anak.
2. Para Malaikat Turun ke Bumi
Malaikat turun untuk membantu segala urusan hamba-hamba yang beri’tikaf. Kesulitan hidup diringankan, penyakit disembuhkan, dan doa-doa dikabulkan.
3. Kesejahteraan Sepanjang Malam
Wilayah yang mendapat Lailatul Qadar akan dipenuhi kedamaian. Tidak ada kerusuhan, bencana, atau cuaca ekstrem. Rasulullah SAW bersabda:
"Pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim).
Bahkan, dosa mereka yang beribadah di masjid diampuni. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari).
Dari ‘Aisyah RA, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW:
"Bagaimana jika saya mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus saya katakan?"
Rasulullah menjawab:
"Katakanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah kesalahanku." (HR Tirmidzi).
Banyak orang bertanya apakah mereka telah memperoleh Lailatul Qadar atau tidak. Berikut beberapa tanda seseorang mendapatkan malam tersebut:
1. Sebelumnya malas shalat, setelah Ramadhan shalat tepat waktu.
2. Sebelumnya jarang berjamaah, setelah Ramadhan selalu berjamaah.
3. Sebelumnya jarang ke masjid, setelah Ramadhan selalu ke masjid.
4. Sebelumnya sering terlambat ke kantor, setelah Ramadhan selalu tepat waktu.
5. Sebelumnya bersikap kasar atau melakukan KDRT, setelah Ramadhan lebih lembut.
6. Sebelumnya kinerja biasa saja, setelah Ramadhan meningkat secara signifikan.
Mereka yang mendapatkan Lailatul Qadar akan menjadi pribadi yang lebih baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Mari manfaatkan lima malam terakhir ini agar meraih Lailatul Qadar dan meraih derajat takwa di 1 Syawal nanti. InsyaAllah.(Syarif)
Masjid As-Salam, Depok, 24 Maret 2025.